Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Baginda Raja Po dari Tanah We, Bagian 2 dari 3

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Tuan, kami sungguh berharap tanah ini bisa menjadi seperti itu (firdaus). Namun, dulunya seperti itu, hampir seperti itu, sampai jiwa-jiwa dari dimensi yang lebih tinggi turun dan mulai memakan suatu zat yang tumbuh di Bumi. dan mereka menjadi semakin berat dalam penampilan mereka dan berubah gender menjadi dua atau tiga kategori – laki-laki, perempuan, homoseksual, atau lesbian, misalnya. Kemudian, karena itu, orang-orang menjadi semakin serakah, berusaha sekuat tenaga untuk menimbun segalanya untuk diri mereka sendiri. Lalu, karena serakah, mereka saling berkelahi atau bahkan perlahan-lahan saling membunuh untuk merebut lebih banyak makanan bagi diri mereka atau yang bergantung pada mereka, dst. Lalu perlahan-lahan, dunia ini berubah menjadi tempat yang kurang nyaman, kurang seperti firdaus, dan menjadi semakin buruk sampai kami memiliki dunia yang kacau seperti yang kami miliki saat ini. Dan karena itulah, karena keserakahan, karena selera yang berbeda, penduduk Bumi menjadi lebih terbiasa dengan hal itu. Jadi, mereka berusaha mendapatkan lebih dan lebih lagi untuk memuaskan selera mereka atau keserakahan mereka akan kenyamanan dan kesenangan. Dengan demikian, mereka menarik entitas-entitas terburuk, dari kekuatan negatif, yang tidak tahu apa-apa selain mengendalikan, melecehkan, menindas, dan memperbudak pihak lain, bahkan saling menghancurkan, membunuh, atau memusnahkan satu sama lain. Jadi, kami menjadi dunia seperti yang kami miliki sekarang ini, Tuan.

Dan ada begitu banyak kelompok yang berbeda di satu planet ini, yang gaya hidupnya serupa antara satu sama lain, baik hati, penyayang, dan ramah, atau kelompok yang sebaliknya, yang gemar berperang. Jadi, di dunia ini, populasi dan penghuninya terbagi menjadi berbagai kelompok. Dan semakin para penghuni dunia ini menurun dalam densitas dan mentalitas mereka, semakin mereka menarik berbagai jenis makhluk ke dalam lingkungan mereka, ke dalam dunia mereka, atau ke dalam negara mereka. Dan entitas-entitas ini bahkan lebih buruk daripada manusia terburuk sekalipun, dan mereka mulai mengendalikan siapa pun yang mereka bisa, terutama manusia, dan membuat mereka bekerja untuk mereka, membuat mereka bekerja keras hanya demi beberapa suap makanan dan beberapa helai kain di tubuh mereka. Dan yang lebih buruk, mereka bahkan tak bisa mempertahankan itu karena kekuatan negatif yang menjadi penguasa planet ini membuat mereka bekerja lebih keras untuk hasil yang lebih sedikit. Dan karena itu, saat ini, hanya sekitar 1% yang masih mempertahankan status kekayaan mereka dan memiliki gaya hidup yang nyaman dan mencukupi, atau bahkan lebih dari cukup. Sisanya, sekitar 99%, tidak sejahtera, atau bahkan kekurangan segalanya, tidak punya apa-apa. Kemudian begitu banyak yang tidak bisa bertahan hidup.

Jadi, banyak orang, terutama manusia, berusaha keras untuk mendapatkan kembali status mereka sebelum masa ini, saat mereka masih memiliki makanan yang melimpah dan segalanya yang mereka butuhkan. Dan bagi sebagian orang, semakin banyak yang mereka miliki, semakin banyak pula yang mereka inginkan. Akibatnya, hidup mereka menjadi peperangan, berjuang demi kebutuhan apa saja, atau bahkan melebihi apa yang dibutuhkan. Mereka hanya ingin memiliki segalanya yang dimiliki tetangga, atau bahkan lebih daripada apa yang dimiliki tetangga, untuk pamer, untuk memuaskan ego mereka, untuk mendapatkan pujian dan rasa iri dari semua orang di sekitar mereka. Dan dewasa ini, hal itu bahkan telah menjadi semacam reputasi di dunia dan siapa yang terkaya di dunia, dan seterusnya. Jadi, orang-orang di planet ini takkan pernah bisa dibandingkan dengan rakyat Anda – dalam kenyamanan sejati, kebahagiaan sejati, dan kepuasan sejati yang memadai di hati mereka. Lalu, itu tidak berhenti sampai di situ saja. Mereka saling berperang untuk merebut apa yang mereka inginkan dari negara tetangga, dan sebagainya. Penderitaan di sini tak ada habisnya, Tuan. Tiada akhir, tiada akhir bagi penderitaan. Tiada akhir bagi pembunuhan. Tiada akhir bagi… Tiada akhir bagi neraka di Bumi, yang diciptakan oleh manusia sendiri. Kami semua iri dengan dunia Anda dan populasi planet Anda. Berkat pahala Anda, mereka memiliki segalanya yang mereka butuhkan, segala kenyamanan dari segala cara yang nyaman untuk menjalani hidup mereka, tanpa akhir.

“Yah, saya dan rakyat saya dari Planet We merasa prihatin terhadap kalian, terhadap orang-orang Anda di planet ini, karena terkadang kami mengarahkan pandangan kami ke dunia Anda untuk melihat bagaimana keadaan orang-orang Anda. Dan kami merasa sangat prihatin, sangat bersimpati, penuh belas kasih di dalam hati kami. Oleh karena itu, kami datang ke sini hari ini untuk mencoba mempersembahkan sebagian dari pahala dan berkah kami kepada dunia Anda, untuk mengurangi sebagian penderitaan orang-orang Anda, sebagai hadiah. Dan kami juga punya hadiah khusus untuk Anda secara pribadi.” Ya ampun, Baginda Raja Po, kami sangat menyesal bahwa Anda harus menyaksikan peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan dan menyakitkan di dunia kami. Saya sendiri, atas Rahmat TUHAN, berusaha sangat keras untuk mengangkat dunia ini ke keadaan yang lebih baik, yaitu kesejahteraan, pencerahan, pemulihan diri, dan penemuan kembali. Tapi, seperti yang Anda lihat, ini tidak semudah itu.

“Oh, ya. Oh, ya, kami sangat prihatin untuk Anda, Tuan, Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja. Anda seharusnya punya segalanya, lebih dari seluruh Alam Semesta jika digabungkan. Itulah pahala Anda yang tak terhingga. Anda bahkan tak perlu mengangkat satu jari untuk mendapatkan apa pun yang Anda inginkan. Semuanya akan terjadi seperti yang Anda pikirkan, itu akan datang kepada Anda. Tapi, Anda tak pernah menginginkan apa pun. Alih-alih, Anda memilih untuk berkorban, berbagi pahala Anda, sehingga orang lain yang percaya pada Anda, yang memohon pertolongan Anda – bahkan penjahat perang, pendosa terburuk di Bumi – Anda tetap datang untuk menolong mereka dengan harga pengorbanan dan penderitaan Anda yang tak terbatas. Ini dunia di mana tidak banyak Buddha yang ingin turun ke sini atau ingin tinggal dalam waktu lama. Namun Anda, Anda dengan rela mengorbankan segalanya untuk membantu penghuni dunia ini. Itulah sebabnya kami, semua Buddha, Buddha Raja, Raja Buddha, mengagumi Anda, menyembah Anda, dan berusaha untuk datang dan mendukung Anda, serta membantu meringankan beban Anda.”

Oh, ya, Tuan, ya, Tuan, Baginda Raja Po, saya selamanya berutang budi kepada semua Buddha Raja yang telah datang ke sini secara diam-diam atau terbuka, mengunjungi saya atau tidak mengunjungi saya, tetapi berusaha memberikan yang terbaik dan membantu dunia kami. Jika tidak, saya rasa dunia ini sudah lama lenyap. Terima kasih banyak, Anda semua, para tamu dari masa lalu, sekarang, dan yang akan datang, atas segala kebaikan, belas kasih, dan kekuatan luar biasa Anda. Meskipun begitu, dunia ini belum menjadi jauh lebih baik. Kami benar-benar telah menyia-nyiakan Kekuatan Anda. Saya memohon maaf atas nama seluruh umat manusia dan makhluk-makhluk bebal lainnya di dunia ini, dan juga berterima kasih kepada Anda, berterima kasih yang sebesar-besarnya, selamanya. Terima kasih. Dalam Rahmat TUHAN, semoga Anda dan rakyat Anda terus hidup dalam kemegahan dan kemuliaan, menikmati buah dari pahala spiritual Anda. Dan mungkin suatu hari nanti dunia ini akan mampu menyamai semua ini, dunia Anda di Alam Semesta, yang menikmati kebahagiaan, kegembiraan, dan rahmat abadi. Amin.

“Oh, ya, tolong, terimalah hadiah yang kami bawa ke sini untuk dunia Anda dan untuk Anda secara pribadi.” Oh, beri tahu kami, tolong, beri tahu kami, tolong. “Hadiah yang kami bawa untuk orang-orang Anda dan penduduk Anda, termasuk insan-hewan dan makhluk apa pun yang menyadari hadiah ini, adalah bahwa siapa pun yang memanggil nama saya akan menemukan kedamaian dalam pikirannya, atau memanggil seluruh rakyat saya, maka status mereka akan diangkat ke kualitas yang mulia. Dan mereka bahkan bisa datang ke kami – dilahirkan di Tanah ini dan menikmati, kegembiraan, kebahagiaan, dan pembebasan dari semua penderitaan selamanya. Mereka tidak perlu bereinkarnasi lagi di planet seperti planet dunia ini.”

Oh, terima kasih, Tuan. Terima kasih, Tuan. Kami semua butuh itu, semua butuh itu. Kami akan menyiarkan tawaran Anda hari ini ke seluruh dunia, dengan harapan bahwa pahala Anda, kekuatan Anda yang tak terhingga akan memengaruhi pikiran mereka, mengangkat jiwa mereka sehingga mereka dapat dilahirkan di Tanah Anda berkat rahmat Anda dalam Nama TUHAN. Kami berterima kasih kepada Anda. Kami berharap agar Anda dan rakyat Anda terus menjalani kehidupan yang indah ini dalam Rahmat TUHAN. Amin. Dan kami menerima Hadiah Anda dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur. Kami bersyukur kepada TUHAN atas kunjungan dan kemurahan hati Anda. Bahkan jika banyak orang, atau mayoritas orang memanggil nama Anda dan diberkati oleh Anda, maka meskipun mereka tidak dilahirkan di dalam alam Anda, mereka akan menjadi makhluk yang layak, dan dunia ini akan menjadi planet yang layak. Kami sangat berterima kasih kepada Anda, Tuan. Semoga TUHAN senantiasa memberkati Anda dan rakyat Anda lebih dan lebih dan lebih banyak lagi sepanjang waktu. Amin.

“Dan sekarang, kami merasa sangat terhormat dan bahagia untuk juga mempersembahkan hadiah kepada Anda: bahwa ke mana pun Anda pergi, Anda akan selalu tetap berada dalam kedudukan mulia sehingga semua dunia, seluruh Alam Semesta akan menghormati debu di kaki Anda, dan Anda akan memiliki kedamaian di hati Anda setiap saat.” Terima kasih, terima kasih selamanya, Tuan, atas kemurahan hati Anda. Ya, saya memang butuh itu. Waktunya tepat – terima kasih banyak. Saat ini, saya memang butuh itu. Kedamaian dan kemuliaan – kita bisa selalu menggunakannya lebih banyak, kapan saja. Jadi, terima kasih banyak. "Terima kasih kembali. Anda adalah Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja. Anda tidak pernah membutuhkan apa pun. Hadiah ini kami persembahkan kepada Anda semata-mata sebagai ungkapan rasa hormat dan cinta kami yang tulus.” Oh, terima kasih. Terima kasih, Baginda Raja Po. Saya menerimanya dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur.

Anda juga tidak pernah butuh apa pun. Dan planet ini sungguh pemandangan yang tidak menyenangkan bagi Anda. Anda Yang berasal dari dunia di mana bahkan tidak ada satu huruf pun yang melambangkan kesedihan atau ketidakpuasan dalam bentuk apa pun. Jadi, selama Anda menganggap pantas untuk tinggal di planet kami untuk sementara, mohon abaikan tempat-tempat yang dilanda bencana atau perang – segala pemandangan yang tidak menyenangkan. Itu tidak layak untuk Anda lihat bahkan hanya satu nanodetik pun. Izinkanlah orang-orang kami menuntun Anda ke tempat yang masih tetap indah. Dan itu bisa memberi Anda kenangan indah untuk dibawa pulang kepada rakyat di negeri Anda.

Photo Caption: “Mengucapkan Selamat Tinggal Berarti Selamat Datang Kehidupan Baru”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (2/3)
1
Antara Guru dan Murid
2026-09-10
5372 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-09-11
4858 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-09-12
4759 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-11-07
495 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-11-07
3465 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-11-07
298 Tampilan
34:50
Berita Patut Disimak
2026-11-05
432 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh